Selasa, 24 Juli 2012

Kompas

Diposting oleh nbubble46 di 09.47

Utara Dan Selatan Yang Tak Bisa Bersatu Walau Berada Di Dalam Kompas Yang Sama


"Bintang itu indah...saat dipandang dari jauh namun bila bintang itu dilihat dari dekat maka akan terasa sakit"

Penggalan kalimat drama korea itu mengiang-ngiang ditelingaku yang membuatku slalu membanding-bandingkan hubungan kita. Bintangku seperti air laut yang pasang surut. bukan salahku sebenarnya..tapi..dia sendiri yang membuat begitu.
Karang hati telah luluh akibat hangat bintangmu, namun tiba-tiba kembali mengeras akibat satu kesalahan fatal, yang membuat hati membentuk lapisan kaleng minuman.
Aku memaafkanmu tapi hati tak bisa kembali percaya padamu.
Semua berjalan lancar ketika khayalan yang indah-indah slalu menyemangati kegiatan, hingga malam dan bintang-bintang itu muncul semua terasa indah, dan masih sangat bisa dinikmati. Ketika bintang sekelebat melintas disamping dan didepan badanku..aku masih merasa hangat. Hingga satelit bintangmu ikut, yang kubiarkan pada awalnya..namun ternyata satelit mendekatkan bintang untuk membocorkan cahaya ke arah retina mataku.
Saat kurasakan deburan ombak malam kurasakan pertama kali..saat itulah bisikan orang dibelakangku mulai memberikan celah untuk meneruskan cahayamu menusuk lensaku.
Saat aku menanti cahaya bersama dinginnya ombak malam itu. Ternyata bintangmu melindungi satelit di arah kutub yang berbeda denganku. Di depan mataku, namun bintangmu berada dibalik kaca hitam. Aku tak bisa lihat.
Aku terus-terusan memaafkanmu...aku memang baik hati..
Hingga akhirnya siang datang..aku benar-benar melihat bintang dan satelitnya disiang bolong.. Aku ditikam double cahaya yang sangat menyilaukan.
Aku mulai menciut dan lari ke bawah pohon..mencoba mendinginkan suasana..
Aku bisa namun tak bisa berkali-kali. Aku kuat namun tak sekuat-kuatnya.
Ketika malam hujan deras, angin ribut disertai serangan segerombol pemangsa. Dan saat-saat kantuk merajang. Bintang itu hilang dan benar-benar menyakitkan.
Saat itulah aku menangis mengikuti irama hujan saat bintang datang menambah luka kepedihan.
Aku berjalan lunglai menuju peristirahatan, sambil menjejakkan kaki di atas genangan air. Diantara pasir basah yang menenggelamkan kaki. Sepatuku kotor aku tidak peduli.
Aku berdiam dibawah air conditioner. Berharap malam dingin ini akan membekukanku...buatku mati rasa.
Saat ku nikmati barisan kapal pertama..saat dapat kulihat batas antara langit dan air.
Luka semakin menjadi-jadi.. Satelit dan bintang sangat sangat sangat terang..mereka bersinar bersama prisma-prisma kaca yang berserakan disekelilingnya..
Aku yang berada tepat disisinya..mengalami distorsi bias yang nyata.. celah-celah fatamorgana membuyarkan khayalan indah sebelumnya. Aku sudah terluka sangat dalam.
Di perbatasan kota, bersama dua kendaraan yang berbeda.. bersama dua sisi jalan yang berbeda..akhirnya kita berpisah...


Bersamaan kompas yang kita bentangkan..arah selatan yang kau tuju..arah utara yang kutuju.. ucapan kecewa dari hati kubawa pulang

0 komentar on "Kompas"

 

Nbubble46 Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal