Rabu, 14 September 2011

Kue Tradisional: Topi Waja

Diposting oleh nbubble46 di 23.11
Pada postingan kali ini, saya ingin memperkenalkan sebuah kue tradisional Kalimantan Selatan yang bercita rasa tinggi, rasanya manis dan gurih. Dibuat secara tradisional (bener2..sueerr) dengan resep turun temurun dari nenek moyang, haha.. Yang jelas ini kue sering diolah nenek untuk cucunya yang tersayang ini (saya, red :p). Walau terlihat ribet namun cara pembuatannya inilah yang membuat rasa kue menjadi khas dengan bentuk dan tingkat kematangan yang pas. Eits, tapi untuk jumlah/ukuran bahan saya tidak menyebutkan secara pasti karena membuatnya pake hati maka bahannya disesuaikan dengan keinginan sendiri..pas2kan aja lah..hehe.. Langsung dah.. Just cekidot...

Bahan :

  • Tepung beras (kira2 200 gr)
  • Telur itik (kira2 3 butir...bisa diganti dengan telur ayam biar lebih mengembang tapi berhubung 'maker' alergi telur ayam maka diganti jadi telur itik :p)
  • Gula merah (kira2 1/4 biji yang besar)
  • Garam (secukupnya, sedikit aja mungkin 1/2 sdt cukup)
  • Margarin atau minyak goreng secukupnya



 Alat:
  • Pisau
  • Wadah (bisa mangkok, baskom, atau apalah yang penting ga kecil)
  • Sendok
  • Arang
  • Wajan (kecil saja, kalau bisa yang agak dataran)
  • Serokan wajan



  • Dapur  (semacam tempat tradisional untuk membakar yang terbuat dari tanah liat). Bisa juga menggunakan kompor, hanya saja hati-hati dalam pemakaiannya karena agak susah dalam mencapai tingkat kematangan yang pas.
  • Tembikar yang berbentuk mangkok kecil min.2 buah (alat penutup)
  • Bangkit2an (bisa menggunakan kain bekas atau kardus, berfungsi sebagai alas tangan saat ingin memindahkan tembikar)
  • Korek api + minyak tanah





Cara membuat:

  • Gerus gula merah sampai halus, masukkan telur dan tepung beras lalu dicampur (aduk pake tangan biar rata). Agar ke-higienis-an tetap terjaga maka saat mengaduk dapat menggunakan sarung tangan plastik. Pada penambahan tepung beras bisa dicampurkan sedikit demi sedikit, menyesuaikan jadinya adonan.
  • Tambahkan sedikit garam


  • Ketika adonan sudah jadi maka sebaiknya dibiarkan (didiamkan) sampai mengembang. Biasanya semakin lama didiamkan akan semakin enak (maksudnya sih ga nyampe berhari2-berminggu2 juga).
  • Panaskan wajan di atas dapur yang telah dikasih bara. Di sisi lain, panaskan bagian dalam tembikar di atas bara juga.
  • Masukkan adonan (satu sendok besar) ke dalam wajan, ambil tembikar yang panas lalu langsung letakkan di atas wajan dengan posisi menutup (contoh seperti masak kue terang bulan/martabak)
  • Selalu jaga suhu di dalam wajan dengan mengganti2 tembikar (kondisi panas) hingga bagian tengah kue agak naik (menyerupai topi) dan berwarna kecoklatan (bukan hitam lo yaa...)
  • Angkat dan akan lebih enak kalau disajikan selagi masih hangat...




Selamat mencoba! :))

0 komentar on "Kue Tradisional: Topi Waja"

 

Nbubble46 Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal